Jumat, 07 Maret 2014

Air mata

Tetesan air mata sang dewa Mengalir deras penuh bahagia
tetesan air mata itu menjelma Menjadi malaikat-malaikat tak bersayap
membawa salam kepada putri yang sedang terlelap
dalam mimpi indahnya, Dari sang sudra si manusia hina
ciptaan sanghyang pengusa dunia
tetesan sang dewa...
menjadi butiran butiran cinta tumbuh di padang pasir sahara
di kelilingi dewala buatan sang brahma
untuk sang poetri bergelar ida
agar dia bahagia selamanya Dan tak pernah lagi berduka


30-08-2013 04:53

Permohonan kepada tuhan

tuhan... desiran angin malam yang sunyi menemani dikala aku sendiri karna semua orang telah pergi meninggalkan aku sendiri tuhan... di atas bumi yang kupijak di bawah lagit yang menjadi atap aku bersimpuh padamu dengan semua dosaku tuhan... aku durhaka kepadamu aku selalu mengingkari perintahmu aku datang padamu saat ini di gelapnya malam yang sunyi tuhan... disaat aku sedih aku datang mengadukan sedikit permohonan disaat aku senang aku melupakanmu tak mensyukuri pemberianmu tuhan... akankah kau mengampuniku lagi karna aku tau kau maha pemaaf akankah kau memberiku kesempatan lagi karna aku selalu berbuat khilaf tuhan... aku merasa tak berdaya tampamu maka ampunilah hambamu akulah manusia paling hina didunia maka jangan beri lagi aku derita #05-09-2013 02-03 AM

Berbahagialah

Rintihan tagis kau luapkan Kesedihan demi kesedihan kau muntahkan Di antara rimbunan pohon kaktus Berputar putar bagai siklus Berengkarnasi tak pernah punah Dalam sejarah para pejajah Bukan pisikopat sang pembunuh berantai Tapi menusuk-nusuk daging seakan membantai Bergerilya di setiap sajak sajak gibran Membahana dalam alunan musik perang Membawa sedih dan luka Untuk sang penguasa dari sang pengembara Berharap bereingkarnasi lagi Menjadi kebahagiaan yang dinanti 31-08-2013 01:51

Bunga mawar

duhai pujaanku...
 setangkai mawar ku genggam untukmu 
yang ku petik dari taman surgaku 
mengapa kau tak mau menerimanya?
apa karna kau sudah punya yang lainya?

duhai kasihku... 
lama ku tanam benih ini dalam tamanku
aku siram dan ku besarkan dengan perasaanku 
tapi kenapa orang lain yang telah memetiknya untukmu?
tak rela tapi aku bahagia
walau bukan aku yang memberikannya untukmu
 Kediri 23-09-2013

Dendang harapan

aku kabarkan kepada bulan bahwa aku berdendang bersama kegelapan langit menyaksikan tatapan mataku penuh dengan harapan tapi langit tak memahami apa yang ku harapkan angin berdendang di kesunyian malam menari-nari dibawah sinar rembulan tak ada jawaban ketika aku bertanya kepada alam dia diam dengan menatap wajahku yang murung kenapa semua diam.... dan tak ada jawaban tuhan dekaplah harapanku wujudkanlah mimpiku Kediri 04/10/2013 10:59 pagi

Gubuk derita

di pinggiran kota hidupku berada 

tinggal di gubuk yang penuh dengan derita

ketika malam dingin angin menembus dinding bambu 

berirama syahdu iringi berlalunya sang waktu 

gubukku adalah syurga duniaku saat ini 

tempat berteduhku ketika rintihan hujan membasahi bumi 

gubukku yang penuh dengan duka... 

disinilah aku belajar hidup sengsara 

tak ada keluarga ataupun saudara-saudara 

disinalah aku tanamkan mimpi-mimpiku 

di halaman gubuk deritaku 

di depan mata tekadku... 

Kediri 05/10/2013 3:32