Minggu, 09 Maret 2014

Api dan air kemarin

bukan saat ini dikala kebisingan
bukan pula besok dikala melanda
lembar demi lembar menjadi kenangan tertulis namamu di bait pertama

kisah ini mengalir di hari kamis awal tahun
dan hari kemarin membeku menjadi batu
bagaimana aku kan menulis lagi namamu
sedang cairan itu telah membekukan tanganku

izinkan aku membuka duniamu saat ini biarkan kehangatan dan kesejuakan menyatu
hingga menghiasi hari ceriamu dalam mimpi
dan kuingin api dan air bisa menjadi satu

Kediri 09/03/2014 17:57

Jumat, 07 Maret 2014

Keringat impian


mimpiku dalam kelap malam berahir hujatan
perjalanan panjang aku lewati dari awal tahun menuai kebencian
disetiap selubung pertengkaran
atau setiap kisah-kisah ini yang tertenun 


luka dan letih meneteskan keringat di dahi
bercucuran deras membasahi luka dalam hati
apakah impian itu sangat menyakitkan? 

entahlah, tapi yang kurasa seperti sayatan

Kediri 08/03/2014 10:33

Yang jauh

yang jauh... 
dengan catatan hitam ini ku ungkapkan semua hujatan 
ku ingin kau menbaca bait demi bait 
dan lembar demi lembar tulisan ini
dengan tinta darah dari jari telunjuk, ku gambarkan kepedihan
ku ingin kau melihatnya betapa sakit rasanya luka ini 

yang jauh... 
perih atas membisunya mulutmu tak tertulis dalam ayat imajinasiku 
berhamburan hingga langit menurunkan air mata
ditiap rintik hujan ada bongkahan api yang membuatku sekarat
aku sudah tak dapat mencerna setiap rintikan angan hampa

yang jauh... 
cepat atau lambat waktu akan mengikis dentuman jantung
menarik nafas kemudian hembuskan ke pangkuan tuhan
menunggu terakhir kalinya menutupkan indahnya pandangan 
bekukan jasat ini, dan menyapa mepada sekawanan belatung

Pare 21/01/2014 7:22

Jari cinta

jari-jari cinta menari di dedaunan senja
jatuh mengiringi air mata alam nan sunyi
bilik bilik sandi diduduki kaum peri
menyambut iringan kereta kencana sang pujangga hati
dengarkanlah bisikan ini yang ada diujung penantian
lusuh wajah ini duhai wanita yang terpuji
namun bahagia adalah ini
bukan memaksa diri tapi anugrah yang datang dari ilahi
yang telah lama terpatri dalam mimpi
yang telah lama mengoyakkan hati

Pare 19/02/2014 4:28

Belati kebencian

kenapa kau angkat senjata untukku
kenapa kau taburkan peluru dihalaman hatiku
kau tak tau bahwa telah ku simpan rimbuan belati kebencian
yang siap untuk membunuhmu dengan kejam
tinggal menunggu waktunya kau akan ku serang
bersamaan bersama pasukan iblisku yang seram
maka tunggulah aku dan aku akan mencabut nyawamu


Kediri 13/10/2013 5:26

Lupakan aku

sebusur panah api menancap dalam hati

membakar perasaan cintaku selama ini

menjadi puing puing harapan yang rapuh

hancur seiring berjalannya waktu

tak henti kau mencoba kembali

kini kau tak mampu lagi berdiri

bersamaan perasaan yang telah menjadi debu

kau hanya bisa menangis dan membisu

memintaku untuk tidak mencari tempat berteduh

tapi kau tak mengerti perasaanku yang rapuh

cintamu tak bisa membuatku lagi bangkit

karna kaulah orang yang membuat hatiku terasa sakit

maafkan aku dan lupakan aku 


07-09-2013 11:40 PM