petikkan nada indah lewat gitar
nyanyikan lagu indah dan bahagia
disaat lagu itu membuat hati bergetar
aku merasa ada luka dalam luka
luka yang kubuat sepertengah malam tadi
menyayat sebuah perasaan manusia jelmaan peri
meski hati ini bahagia setelah nyanyikan sebuah lagu
namun dihati yang paling dalam menyimpan rasa pilu
Pare 04/02/2014 8:16
Jumat, 07 Maret 2014
Surat hitam
Posted on 09.51
by Baim Muhammad
lewat surat yang kutulis dengan air garam
aku muntahkan kotoran-kotoran yang kurasa menjijikkan
campuran antara air garam dan mutah menjadi tinta hitam
lalu kutulis surat dengan perasaan geram
kuingin kau membacanya dan menjilatnya
memang menjijikkan. namun itu ungkapanku
semua
virus yang merusak sistem tubuhku
setelah kau tau itu sebuah perasaan geram
kuingin kau segera membersihkan badan
Kediri 01/02/2014 23:50
Sudah cukup derita ini
Posted on 09.50
by Baim Muhammad
banjir hanyutkan penghuni negera indonesia
binasakan nyawa mereka menuju ujung muara
teruslah hujani ribuan pulau ini
teruslah goncang tanah pertiwi
sampai kau bosan tuhan..
sampai kau dapatkan apa yang kau inginkan
mereka kehilangan harta dan keluarga
yang membuat mereka harus menderita
pada hari ini tangis anak negeri membahana tinggi
tetesan air mata ketika melihat manusia tampa nyawa
hinggap di depan mata, kini sudah tiada guna
apakah ini sebuah cobaan yang kau beri?
ataukah sebuah pelampiasan rasa benci?
entah, aku tak tau dan tak mau tau
namun derita ini sudah cukup melukai
jangan kau beri lagi kepada negeri yang kucintai ini
Pare 05/02/2014 0:15
Persetan dengan semua
Posted on 09.50
by Baim Muhammad
persetan dengan semua...
nafsu yang terus membelengu
membuatku hilang kesadaran
seperti anak yang dungu
linglung tampa arah tujuan
persetan dengan mereka...
hanya urusan duniawi yang ada dalam pikiran
uang jadi alasan untuk sebuah kebahagiaan
lupa akan semua apa yang harus dilakukan
memenuhi nafsu adalah tujuan dari sebuah pencarian
persetan dengan kau..
tak ada larangan dalam kehidupan yang fana
sambil berfoya-foya dan angkat segelas bir
ketika semua telah lenyap dan datanglah derita
pada akhirnya sumpah serapah keluar dari bibir
Pare 08/02/2014 13:14
Sajak terahir untukmu
Posted on 09.49
by Baim Muhammad
hujan deras membasahi kota ini
hanyutkan semua yang mulai bersemi
sebuah bibit bunga yang kutanam setelah kau ungkapkan
kini telah di hanyutkan oleh air hujan
saat kau meminta sebuah belaian manis
ku turuti itu agar kau tak lagi menangis
ketika bunga itu telah menampakkan keindahannya
kau memintaku untuk sirnahkan bunganya
untuk sebuah alasan yang kaupun tak tau maknanya
dan sekarang aku mencoba untuk memendam bunganya
hingga difosilkan oleh sang waktu
hingga dimusnahkan oleh sang maha tau
hujan sore ini menutup semua skenario buatanmu
dan sang waktu menjadi saksi bisu atas semua ucapanmu
Pare 09/02/2014 13:37
Alih tuhan akanku
Posted on 09.49
by Baim Muhammad
bunga malam ini kini mulai layu dan semerbak wangi itu telah hilang
mungkin prasangka ini benar adanya
dari pertama aku merenggut senyummu
dari pertama aku bertekuk lutut didepanmu
mata yang akan terus memandang kematian
ujung yang diharapkan berbunga kebahagiaan
kini telah kau balikkan pandang
dari satu titik yang diinginkan akan datang
yaitu sebuah kenikmatan madu yang dibawa oleh kumbang
yang diambil dari tanah-tanah gersang
hai sang kumbang...
bukan aku ini seorang bajingan pemaksa perasaan
dan bukan pula seorang pemilik hati yang tuli
andai kau baca syair-syair sang sufi cinta
tentulah hatimu akan tergoyahkan akan segala perkataan
namun berbeda itu pasti tak sama atau hanya sekedar sama nama
mungkin juga sebuah tabir penutup gelap
melindungi dirinya dari segala rasa malu yang kini mulai merayap
memiliki sekuntum atau setaman bunga bangkai
yang akan dijamah namun tak sampai
duhai bunga yang terasa manis....
berbahagialah setelah berpindah dari hati ke hati
atau dari hidup menuju mati
karna harum mawar dan manis madu takkan pernah menyentuhmu sampai mati
sampai kau masih cinta dengan uniknya hati
peduli apa aku dengan itu
karna kau tak pernah memberiku mawar merah
dan jangan berfikir akan hidup ditaman yang gersang ini
dan sekali lagi peduli apa aku dengan sajak busukku
tuhan mungkin berencana lain
tetang semua kisahku yang kutulis dengan sajak ini atau yang lain
Pare 13/02/2014 4:26
Langganan:
Postingan (Atom)